FDJ menyatakan dukungan kepada Komjen Pol Karyoto sebagai calon Kapolri. Rekam jejak di Polri dan KPK, pengalaman memimpin, serta komitmen transparansi dinilai menjadi modal kuat memimpin Korps Bhayangkara.
JAKARTA, WNN.CO.ID – Bursa calon Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) mulai menjadi sorotan publik. Di tengah belum adanya keputusan resmi pemerintah terkait pergantian pucuk pimpinan Korps Bhayangkara, nama Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Karyoto, terus mengemuka sebagai salah satu figur yang dinilai memiliki kapasitas kuat untuk memimpin institusi kepolisian.
Seiring menghangatnya pembahasan mengenai suksesi Kapolri, berbagai kalangan mulai menyampaikan pandangan terhadap sosok yang dianggap layak melanjutkan estafet kepemimpinan Polri.
Salah satunya datang dari Ketua Forum Dinamika Jakarta (FDJ), M. Sahril Amin, yang secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Komjen Pol Karyoto.
Menurut Sahril, Karyoto merupakan perwira tinggi Polri yang memiliki kombinasi pengalaman, integritas, dan kemampuan kepemimpinan yang telah teruji di berbagai posisi strategis.
“Beliau memiliki rekam jejak yang baik, pengalaman yang lengkap, serta kemampuan memimpin yang sudah teruji,” ujar Sahril Amin dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Ia menilai pengalaman panjang Karyoto menjadi modal penting bagi Polri dalam menghadapi tantangan keamanan nasional yang semakin kompleks, baik dari sisi penegakan hukum maupun menjaga stabilitas keamanan masyarakat.
Tak hanya itu, Sahril juga menilai Karyoto dikenal mampu membangun komunikasi dengan berbagai elemen, mulai dari organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, hingga kelompok pegiat antikorupsi.
Kemampuan membangun kolaborasi tersebut dinilai menjadi nilai tambah bagi seorang pemimpin Polri di era yang menuntut pendekatan humanis sekaligus profesional.
Saat ini, Komjen Pol Karyoto menjabat sebagai Kabaharkam Polri sejak Agustus 2025. Sebelumnya, ia dipercaya memimpin Polda Metro Jaya, salah satu wilayah kepolisian dengan dinamika keamanan paling kompleks di Indonesia.
Sebelum kembali bertugas di institusi Polri, Karyoto juga pernah menjabat sebagai Deputi Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pengalaman tersebut memperkaya rekam jejaknya, tidak hanya dalam bidang keamanan, tetapi juga penegakan hukum dan pemberantasan tindak pidana korupsi.
“Ketika memimpin Polda Metro Jaya, beliau menghadapi berbagai dinamika ibu kota, mulai dari persoalan keamanan, sosial, hingga politik,” kata Sahril.
Menurutnya, dalam berbagai momentum tersebut, Karyoto dinilai mampu menjaga stabilitas keamanan dengan pendekatan yang terukur, profesional, dan mengedepankan kepentingan masyarakat.
Rekam jejak lintas institusi itu pula yang membuat nama Komjen Pol Karyoto semakin sering masuk dalam pembicaraan publik sebagai salah satu figur potensial dalam bursa calon Kapolri.
Selain pengalaman dan kepemimpinan, Sahril menilai aspek transparansi juga menjadi salah satu indikator penting dalam menilai calon pemimpin Polri.
Sebagai penyelenggara negara, Komjen Pol Karyoto secara rutin melaporkan harta kekayaannya melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Berdasarkan laporan terbaru, total harta kekayaan Karyoto tercatat sekitar Rp11,5 miliar, meningkat dibandingkan laporan periodik per 31 Desember 2023 yang mencapai sekitar Rp9,84 miliar.
Kepatuhan dalam menyampaikan LHKPN dinilai mencerminkan komitmen terhadap prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola pemerintahan yang baik.
Meski dukungan terhadap Komjen Pol Karyoto terus bermunculan dari berbagai kalangan, hingga kini pemerintah belum mengumumkan secara resmi mekanisme maupun keputusan mengenai pergantian Kapolri.
Dengan demikian, seluruh nama yang berkembang, termasuk Komjen Pol Karyoto, masih berada dalam tahap aspirasi dan dinamika yang berkembang di ruang publik.
Namun, dengan pengalaman panjang di institusi Polri, kiprah di KPK, serta rekam jejak pada sejumlah jabatan strategis, nama Komjen Pol Karyoto diperkirakan akan tetap menjadi salah satu figur yang terus diperhitungkan dalam bursa calon Kapolri mendatang.(wnn01)







