JAKARTA, WNN.CO.ID – Dari 20 perguruan tinggi luar negeri tujuan penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) Kemendikbudristek tahun 2023, setidaknya terdapat 5 (lima) perguruan tinggi dengan penerima beasiswa terbanyak.
Kelima perguruan tinggi dimaksud yakni; University of Toronto sebanyak 50 orang, University British of Columbia sebanyak 41 orang, Nanyang Technological University sebanyak 34 orang, Monash University sebanyak 33 orang, dan University of New South Wales (UNSW) sebanyak 22 orang.
BPI Kemendikbudristek terdiri dari berbagai jenis program beasiswa, yaitu untuk Dosen Perguruan Tinggi Akademik, Dosen Perguruan Tinggi Vokasi, Pelaku Budaya, Beasiswa Indonesia Maju, serta Guru dan Tenaga Kependidikan.
Pada tahun 2023 ini, BPI telah menjangkau penerima manfaat beasiswa sebanyak 6.236 mahasiswa yang tersebar di dalam negeri maupun luar negeri, dengan paling banyak 139 mahasiswa.
Bahkan, Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendibudristek, Iwan Syahril melepas sebanyak 465 mahasiswa penerima BPI Luar Negeri tahun 2023. Dari jumlah tersebut, sebanyak 345 mahasiswa penerima beasiswa jenjang S1, 35 mahasiswa penerima beasiswa S2, dan 85 mahasiswa penerima beasiswa S3. Mereka akan memulai pendidikannya pada rentang Agustus hingga September 2023 di perguruan tinggi tujuannya masing-masing.
Iwan Syahril berpesan kepada penerima BPI harus memiliki rasa nasionalisme yang tinggi dan menjadi agen terdepan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. ‘’Selamat menempuh pendidikan kepada para penerima beasiswa yang sudah terpilih. Semoga sukses dan berkomitmen untuk membangun negeri dengan berkontribusi dan terlibat dalam gerakan Merdeka Belajar saat kembali ke Indonesia,’’ kata Iwan Syahril, di Jakarta, Kamis (10/8/2023).
Selama menjalani pendidikan, lanjut Iwan Syahril, para penerima beasiswa setidaknya juga harus menunjukkan semangat berkebinekaan global serta menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dengan membuka ruang komunitas baru. Artinya, harus berinvestasi dengan membuka pertemanan seluas-luasnya.
‘’Selain kemampuan bahasa asingnya semakin terasah, yang lebih penting adalah pemahaman tentang budaya yang berbeda itu akan memperkuat rasa kemanuasiaan kita. Dan yang paling penting juga adalah menjaga integritas dan nama baik Indonesia,’’ ujarnya sembari menekankan kepada para penerima beasiswa untuk memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya dengan melakukan hal-hal yang positif.(wnn01)







