BALI, WNN.CO.ID – Wakil Ketua DPD RI, Mahyudin menyatakan bahwa internet dan listrik, kini masih menjadi ‘’barang langka’’ di sejumlah daerah di Indonesia. Betapa tidak, sebagian warga seperti di Kalimantan misalnya, terpaksa mereka berbelanja ke Malaysia dengan berjalan kaki.
Artinya, masalah keadilan dan kesenjangan, masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bangsa ini. ‘’Ketimpangan pembangunan juga terlihat di ibu kota. Di Jakarta banyak jembatan tanpa sungai, sementara di daerah lain banyak sungai yang enggak ada jembatannya. Saya lihat kesenjangan begitu tinggi. Kuncinya keadilan yang belum merata,’’ kata Mahyudin di sela-sela kegiatan Forum Group Discussion yang digelar DPD RI dengan melibatkan mahasiswa, stakeholders, dan Pemda di lingkup Pemprov Bali, Jumat (25/8/2023).
Karena itu, lanjut Mahyudin, peran DPD RI menjadi sangat penting sebagai representasi daerah. Negara yang besar seperti Indonesia, tidak bisa meniadakan keterwakilan daerah. Wacara pembubaran DPD RI pun, menurut Mahyudin, merupakan sebuah pikiran sesat. ‘’Boleh saja merubah nama lembaga ini, tapi rohnya harus tetap ada,’’ ucapnya.
DPD RI, kata Mahyudin, mestinya sebagai regional representatif, agar diperkuat menjadi seimbang dengan kekuatan DPR RI. Sehingga daerah-daerah lebih berdaya dan bisa menghapus disparitas.
Mengingat ketimpangan dan disparitas saat ini masih terjadi di Indonesia. Meski Indonesia sudah merdeka 78 tahun, namun masih banyak rakyat Indonesia yang belum menikmati hasil kemerdekaan itu.(wnn01)







