JAKARTA, WNN.CO.ID – Cawapres nomor urut 3, Prof Mahfud MD paham sekali bahwa konflik agraria atau masalah pertanahan yang berlarut-larut itu, sangatlah berbahaya bagi kerukunan masyarakat. Itu sebabnya selama menjabat sebagai Menkopolhukam, Prof Mahfud MD menjadikan konflik agraria tersebut sebagai salah satu fokus utama.
‘’Berawal dari sengketa tanah, bisa meletus konflik yang berujung penganiayaan, kriminalisasi, hingga jatuhnya korban jiwa,’’ kata Haris Pertama selaku juru bicara (Jubir) Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar –Mahfud dalam keterangan resminya, Sabtu (20/1/2024).
Haris mengakui, berbagai konflik agraria di Indonesia, memang menjadi salah satu pemicu menurunnya kerukunan masyarakat. Banyaknya modus yang dilakukan mafia tanah ini, membuat pihak Kejaksaan dan Polri pusing dalam mengusut masalah ini.
Tapi, mengingat Prof Mahfud MD telah berpengalaman dalam menghadapi kasus mafia tanah, di mana Prof Mahfud MD sering mengatasi berbagai kasus mafia tanah, salah satunya ketika Prof Mahfud MD menemukan adanya dugaan kasus mafia tanah yang terjadi di PTPN II, Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) yang terindikasi merugikan negara mencapai Rp1,7 triliun.
‘’Masalah rumit ini dibedah dengan seksama, sampai terungkaplah modus-modus mafia tanah yang menyebabkan sengketa. Bahkan, Prof Mahfud MD menemukan dan menindak aktivitas mafia tanah terkait lahan PTPN II yang merugikan negara hingga Rp1,7 triliun. Mengetahui hal tersebut, Prof Mahfud MD pun langsung melakukan langkah-langkah hukum untuk menyelesaikan persoalan ini agar tanah tersebut menjadi milik negara,’’ jelas Haris.
Selain itu, lanjut Haris, berkat konsistensi dalam mengatasi konflik pertanahan ini, Prof Mahfud MD menemukan dan mengungkap 11 modus yang biasa dilakukan oleh oknum mafia tanah dalam menjalankan kejahatannya. Perjuangan Prof Mahfud MD pun hingga saat ini masih berlanjut. Dan bisa dipastikan bila Prof Mahfud MD terpilih nanti bersama capres Ganjar Pranowo, perjuangan ini akan terus dilanjutkan sampai selesai.
‘’Bersama Prof Mahfud MD, Sang Pendekar Hukum, jangan lagi ada rakyat kecil atau masyarakat adat yang tertindas oleh modus-modus licik oknum mafia tanah,’’ tegas Haris.
Sebab, banyak rakyat yang sengsara karena masalah agraria ini. Karena itu, diperlukan seorang pemimpin seperti Prof Mahfud MD yang paham dan berpengalaman untuk menangani masalah agraria yang rumit ini.(wnn01)







